Langsung ke konten utama

Cerita Lama,

sebenarnya ini udah lama, tapi gara-gara aku baca tulisan ini di laptop, jadi pengen tak pos....
kangen DIS!!!!!



ini ceritanya njujug ya....

Ketika aku menurunkan dek Indah di depan rumahnya, Jati bersama dek sari mengklakson dan menundukkan kepala memberi tanda bahwa ia akan duluan, aku bilang”Oke!”. Setelah dek Indah Turun, aku berpamitan untuk meneruskan perjalanan, #cieeehhh!!! Perjalanan?? Kaya apa aja.... Ternyata, aku sudah tertinggal cukup jauh dari jati apalagi suci, karena jalanan sepi dan sunyi, aku ngebut aja, #Atuuutttttttt,,
Sampe dipakelan, pas banget lampu ijo, dan Alhamdulilah, depanku sudah jati dan dek sari. Aku berada di belakang mereka, nggak tahu kenapa aku nggak pengen nyalip mereka. Padahal ada banyak kesempatan untuk menyalip. Soalnya, jati nggak ngebut, bahkan bisa dibilang pelan-pelan saja.... But, I dont know why....
Nah, tiba-tiba, di depan HS. Gono-Gini, kok, motornya jati malah tambah pelan dan seakan minggir-minggir, mungkin itu membero isyarat aku untuk duluan aja, hehe #ehm GR bangeeettt!!! Nah, pas aku nyalip, nggak sengaja aku denger surasa, cek cek cek klecek klecek, aku mikir, suara apa ya?? Kok kayaknya pernah denger. Oh iya! Dulu aku juga pernah ngalamin itu. RANTAI PUTUS!!!!
Wah, aku langsung aja minggirin motorku. Padahal posisiku sudah jauh didepan, kira-kira berjarak 50meter dari jati. Trus, turun, dan ku-kunci motorku. Kuhampiri mereka, awalnya aku nggak yakin, itu bener mereka nggak ya?? Tapi, kalo aku nggak yakin, kenapa aku turun? pake jalan ke mereka lagi. Why?? That’s just feeling. Kenapa aku punya feeling gitu??? Soalnya, sebelum turun, aku sms jati, kok gak dibales, itu jati bukan ya?? But, my feeling said, it was jati. And ...... tetetret tetet...
Yes, You RIGHT. Its jati and dek Sari. If you know, wajahnya dek sari pucet, kaya hampir nagis, terus, dia megangi hp buat nerangin jati.
“Jat, knapa??” tanyaku
“Eh, kowe to, nis? Iki lho, rantene ucul”
“he? MasyaAllah, kok isa?”
“hambuh ki, padahal aku alon-alon,”
“terus piye jal? Rante mu ucul po pedot??”
“ucul ki lho” sambil ngutek-utek rantenya.
“Ohh,, wah piye yo? Aku ya ra isa, mbiyen ranteku ora ucul, tapi pedot malah. Bejo iki ra pedot. Pye jal? Aku ra iso, tak telfonke kukuh po??”
“wah, haiyo ki bejo mung ucul, ojo, ojo kukuh, mesakke adoh”
“ terus sapa? Gusta??? Po zaky? Eh nek zaky yo adoh deng”
“ ha.a aja aky, tapi nek gusta yo mesakke. Sapa to sing cedhak kene?”
“ sapa ya?? Fajri?”
“- - - - - - -“ tak ada jawaban
“terus piye? Gusta wae ya?”
“Ojo, mesakke”
“Halah, rapapa, cedak kok. Tak telfonke yo?” tanpa ba-bi-bu, gusta tak telfon,
Dalam hatiku, aku selalu berdoa “ Ya Alllah berilah kemudahan, kasihan adiknya, diakan cewek, pulang malem, ayahnya baru aja sakit, nggak bisa jemput, Ya Allah, ringan kan beban ini. Ya Allah semoga gusta ngangkat dan bilang’Ya’. Aamiin.”
Kok, nggak diangkat ya?? Doa itu aku ulangi, dan aku fokus, pada titik, semoga gista bilang yes, akahirnya, gusta ngangkat, di tengah keramaian, suara lalu-lalang kendaraan membuat suaraku tak terdengar jelas oleh gusta. Jadi, kujelaskan beberapa kali, hingga akhirnya, doaku terkabul.
“tapi mesakke gusta nis”
“halah , rapapa, gusta gelem kok, lha njur meh pye? Aku ya ra iso jwe.”
“iyo sih,”
“jajal maju
“sek, sek , sek, sek, ojo, ojo, ndak pedot.”
“ngene wae po? Jajal ikii diuculi sek kabeh sing buri, terus, dipasang seko ngisor, terus dimajokke. Tapi alon.”
“wis to? Saiki, jajal maju, ....... sek-sek sek, jajal sitik meneh, tapi alon wae... nah, terus, maju meneh, meneh, alon wae. Nah, uwes, pye? Kuwi wis iso durung?”
“Ha? Tenane? Wis iso? Wis iso ho.o?”
“hhehe, hambuh, kuwi masange wis bener durung to?”
Padahal rante sudah terpasang dengan benar, tapi kita nggak percaya. Kok bisa?? Kita coba untuk maju lagi lebih jauh, dan WHUALLA..... it’s goood! Lancar, ternyata doaku juga dikabulkan lagi. Agar diberi kemudahan. Ya Allah, engkau memang maha mengetahui. Doa dan prasangka hamba-Nya.   


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galau?? Tanya pada dirimu Sendiri!!

Hari ini, alhamdulillah sudah selesai uas.. Ditutup dengan soal yang unpredictable... Tapi sudahlah.. Pasrahkan saja... Nana ceritanya sekarang lagi galau... Wkwkwkwk.. Entah kenapa virus itu iba tiba melanda.. Virus galau... Tag line anti galauku ga manjur.. Tapi walau aku galau... Senyum selalu terukir dari bibir manisku.. #wkwkwkwk

ternyata Allah Masaih Sayang Aku ... :") #2

Ketika sudah ditepian, aku merasa sangat bodoh saat itu. Kenapa bisa aku ngantuk di moment seperti ini?? -__- Motorku?! Langsung aku Tanya bapaknya, “Eh, pak, itu motornya bisa ditumpangi nggak ya?” “Wah, kayaknya nggak bisa, udah lah mbak, nggak usah mikirin motornya dulu” Jawab salah seorang disana. “Tapi, kalau saya naik motor masih bisa kok pak,” “Mbak, Yuk, tak anter ke rumah sakit, itu darahnya gabakal brenti ngalir. Soalnya dikepala. Itu pasti ngalir terus kalau nggak dijait.” “Eh, …” aku lupa aku ngomong pa aja saat ditanya begituan. Pokoknya intinya aku agak sungkan, dan takut merepotkan ibu-ibu dan suaminya itu. Suaminyapun masuk mobil dan duduk dikursi supir. Istrinya menemani suaminya duduk didepan. Aku duduk dibelakang sendirian. Sedan ini melaju agak tergesa. Usia ibu ibu berhati malaikat ini seusia ibuku. Aku jadi kangen momen moment seperti ini. Kangen Ayah, Ibu yang duduk berdua di mobil. Andai yang ada dimobil saat ini adalah mereka.. Ketika...

Nana Gemezzz

17 Feb 2015 Hari ini aku ngerasa gemes banget,,, gemes gemes bangeeeeeetttt... you khow Why?? Aku ngerasa gemes sama diriku sendiri, karena apa?? ga tau,,, aku juga bingung kenapa.. Jujur, ini hari pertamaki memulai kuliah semester 2. Ketika di kelas, entah kenapa aku secara sengaja mengurungkan niatku untuk memandang satu teman sekelasku. walau hanya menyapa, melirik sedikit pun tidak. kenapa?? aku ga tau.. mungkin aku bingung mau gimana,. Jadi, kami dikelas tak saling pandang.. pada mata kuloah pertama kami duduk memang saling berjauhan,,, namun, di pertemuan kedua, kami duduk depan belakang hanya sela 1 baris.. aku didepan, dia belakang.. ketika aku dipanggil untuk menoleh kebelakangpun, aku usahakan pandanganku sengaja kufokuskan pada orang lain.. Namun, ketika pelajaran hari itu usai,, aku sengaja keluar kelas terakhir. sengaja ku berlama lama di dalam kelas.. dan ternyata kulihat dia duduk dibangku lobby bersama beberapa sahabatnya,, hemm,, aku harus gimana?? ya ...