Langsung ke konten utama

A crazy Stupid Love #part 1



        Ehm, pernah ngerasain cinta sebelumnya?? Pasti pernah lah ya! Aku mau sedikit berbagi tentang kisah cintaku nih! Mau tau? Baca sampai selesai yah!
Oke! Ceritanya, dimulai ketika aku bersama seorang temanku merencanakan untuk mengadakan reuni almamater sekolah dasarku dulu. Aneh ga sih? Hari gini masih ada reunion SD? Gak lah ya! Orang bijak tak lupa dimana ia berasal. Hahaha…
      Jadi, saat itu aku iseng bilang ke nelly, bahwa aku kangeeeen banget sama seorang teman SDku. Hahaha kangen sama my 2nd love. Hihihi. Tapi saat itu, SUMPAH!! Aku bener-bener kangen. So, that’swhy, I said everythings in my mind to Nelly, my best friend. Respon pertamanya, dia ngakak, terus dia mikir, sepertinya ide yang barusaja aku utarakan menggugah hati kecilnya untuk mempertimbangkan usulku tadi.
Beberapa hari kemudian, aku aku ngomong sama dia lagi, nanyain kabar setuju atau enggaknya. Dan U-L-A-L-A-!-!-!. Dia mau!!! Nah, mulailah kita mencari panitia-panitia lain untuk membantu menyukseskan acara itu. Mulai dari satu SMA. I tried to ask husna, ghani, ufi, hanif, ulima. And…. Lukyly they all agree…. But, some of them said that “I can help you, if there is no another important business, deal with that?? Terus aku jawab DEAL! Okay! Aku ngerti kok, kitakan pelajar. Pasti banyak kesibukan lain yang leih penting dari pada mempersiapkan reuni yang nggak tahu ujungnya kemana. Nggak rugi aku ngajakin Husna. Dia paling getol dan paling antusias mendengar kita mau ngadain acara ini.
Singkat cerita, ketika kita bingung mau cari siapa lagi buat kandidat panitia cowo selain ghani, aku coba sms djahjo, afif dan yang satu ini, panggil aja Damar <nama disamarkan>. Saat itu, aku sms dia kalau tidak salah akhir Desember. Saat itu hari libur. Kira-kira ba’da dhuhur aku coba hubungi dia. Dia bersedia nggak buat jadi salah satu panitia acara reuni itu. Sebelumnya, aku bakal jelasin kenapa aku milih dia buat jadi salah satu panitia? Karena bukan asal saat reuni terakhir mungkin SMP kelas 7. Aku liat dia juga berperan dan andil dalam kegiatan itu. Jadi, aku nawarin dia bukan buat alasan yang lain-lain. #ingat itu! Bukan yang lain-lain. Tak ada maksud yang terselubung. Murni karena kepentingan bisnis ajah! Titik….
Siangnya aku SMS dan dia jawab ‘yoh!’. Okay! That’s fine. Tapi, malam harinya, aku kaget, kulihat layar Hp ku kenapa dia SMS? Ada masalah? Or something else? Dia sms Cuma buat mastiin dia jadi panitia reuni itu. Klise banget yah! Kan udah jelas tadi siang aku dah minta dia buat jadi panitia. Ya udah jelas to?? nggak usah Tanya lagi kan?
Sebenarnya, aku udah nyium gelagati si damar ketika mau pdkt sama aku. Tapi, mungkin pada waktu itu, aku ada di posisi dimana aku ingin melupakan seseorang –ehm, istilah kerennya sekarang si move on from some one**baca’Cinta Tak Harus Saling Memiliki’**. Dan ketika Damar pdkt sama aku, ya aku welcome aja... saat itu, iman aku belum kuat, ikut DIS juga belum begitu aktif. Keputrian ga pernah ikut,tapi jangan ditanya, kalo mentoring mah rajin! (disemester awal) tapi, semester kedua mentoringnya, sepertinya udah ga diperhatikan, jadi terbengkalai deh. Soalnya kakak-kakak mentorku itu bukan dari luar. Kakak-kakaknya itu mbak Ery Surya (yang imut, lucu, PD, pinter, baik, ramah, Keibuan, sederhana, pokoknya kalo deket2 mbak ery, kita bawaannya ketawa terus lihat ekspresi wajah yang mbak ery buat) sama mbak lala (nah, mb yang satu ini adalah pembelajar sejati, dia sangat sedih kalo libur tiba sukanya baca buku, itu aja bukan novel, tapi, ska baca buku pelajaran! Aneh to? Pantesan pinter. Suka banget cerita, bicara, dan orangnya asik, alay-alay dikit sih,,, hehe maaf mb). Nah, mereka berdua itu, karena termasuk jajaran orang pinter dan lumayan sibuk, jadi di semester dua mentoring mulai terbengkalai. Yang mb Ery fokus buat UN. Dan mbak lala kebanyakan les soalnya dia itu suka banget sama belajar. Jadi, kita kadang sering terlantar. Hadeh,... Mungkin itu yang bikin aku kelas 10 ga bisa melihat kedepan dengan cara islam. Aku juga jarang ikut pengajian. Paling Cuma ikut pengajian minggu pagi dirumah. So, pengetahuan agamaku agak kurang. Bisa juga karena aku lagi pengen coba ngrasain deket ma orang hingga akhirnya aku pengeeeeen banget yang namanya pacaran. MasyaAllah! Tapi, jujur, sampe sekarang aja aku masih pengen pacaran. Hehe, tapi, inget, pacaran nitu dikatakan halal apabila kita emang udah punya komitmen kuat ntuk menikah atau pacaran setelah menikah itu yang lebih disukai Allah.
Balik ke cerita, jadi, dari hari ke hari, selama 2 minggu dia terus ngirim-ngirim sms ke aku. Ya akunya bales aja sekenannya. Dia gombal, ya aku tanggepin. (MasyaAllah!). nah, dalam waktu 2 minggu itu, bayangin! Dia udah nembak aku 3 kali, untuk pertamanya, aku jawab
eh, sori, aku ga bisa. Soalnya aku udah ada janji”
janji apa?”
jajni buat ga pacaran sampe lulus sma”
janji sama siapa?”
ya adalah temen kok. Pokoknya, janjinya gitu”
Nah, waktu itu oke, dia ngerti. Dan sepertinya, aku ngomong kaya gitu, dianya cari cara lagi gimana biar aku mau sama dia. Jadilah, dia semakin sering sms aku. Mulai pagi, siang, sore, malemnya pun dia cecar aku pake sms gak mutunya. Tapi, bodohnya aku. Aku, saat itu seneng aja kalo dia sms. Itung-itung move on! Tapi, kelamaan, kalo dia gas ms aku, aku kok nunggu smsnya dia ya?? Jangan-jangan aku suka? Mungkin si. Tapi, suka karena apa?? Mungkin aku liat, dia perhatian, baik, sopan, lucu, tapi kadang garing, lumayan alim, jago paskib.
Dan tepat, di tanggal 11 Januari 2012 pada malam 12-1-12 aku di tembak untuk ketiga kalinya oleh orang yang sama pula. Beberapa hari sebelumnya, aku sempat curhat sama teman deketku. Antok dan Aulia. Karena, teman-temanku termasuk orang yang membolehkan pacaran, mendengar aku lagi deket sama orang, mereka langsung dukung banget. “itung-itung move on, nis. Mumpung ada kesempatan buat kamu nglupain ‘pangeran berkuda putihmu itu’ iya to?” kata mereka saat aku menceritakan semua hal tentang Damar.
Jadi, pada pukul 12.00 damar menembakku melalui sms. Dan akupun membalasnya dengan jawaban “yes” 12 menit setelah dia menembakku. Jadi, 12.12 kita resmi jadian. Itu bukan aku yang merekayasa. Tapi, tak sengaja, aku lihat di hpku, sms balasanku terbaca olehnya pada jam tersebut. Kebetulan yang indah bukan? Jadian pada tanggal 12-1-12 jam 12.12. (indah?? Tapi itukan dulu, sekarang? Biasa aja tuh!).
(bersambung……)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galau?? Tanya pada dirimu Sendiri!!

Hari ini, alhamdulillah sudah selesai uas.. Ditutup dengan soal yang unpredictable... Tapi sudahlah.. Pasrahkan saja... Nana ceritanya sekarang lagi galau... Wkwkwkwk.. Entah kenapa virus itu iba tiba melanda.. Virus galau... Tag line anti galauku ga manjur.. Tapi walau aku galau... Senyum selalu terukir dari bibir manisku.. #wkwkwkwk

ternyata Allah Masaih Sayang Aku ... :") #2

Ketika sudah ditepian, aku merasa sangat bodoh saat itu. Kenapa bisa aku ngantuk di moment seperti ini?? -__- Motorku?! Langsung aku Tanya bapaknya, “Eh, pak, itu motornya bisa ditumpangi nggak ya?” “Wah, kayaknya nggak bisa, udah lah mbak, nggak usah mikirin motornya dulu” Jawab salah seorang disana. “Tapi, kalau saya naik motor masih bisa kok pak,” “Mbak, Yuk, tak anter ke rumah sakit, itu darahnya gabakal brenti ngalir. Soalnya dikepala. Itu pasti ngalir terus kalau nggak dijait.” “Eh, …” aku lupa aku ngomong pa aja saat ditanya begituan. Pokoknya intinya aku agak sungkan, dan takut merepotkan ibu-ibu dan suaminya itu. Suaminyapun masuk mobil dan duduk dikursi supir. Istrinya menemani suaminya duduk didepan. Aku duduk dibelakang sendirian. Sedan ini melaju agak tergesa. Usia ibu ibu berhati malaikat ini seusia ibuku. Aku jadi kangen momen moment seperti ini. Kangen Ayah, Ibu yang duduk berdua di mobil. Andai yang ada dimobil saat ini adalah mereka.. Ketika...

Nana Gemezzz

17 Feb 2015 Hari ini aku ngerasa gemes banget,,, gemes gemes bangeeeeeetttt... you khow Why?? Aku ngerasa gemes sama diriku sendiri, karena apa?? ga tau,,, aku juga bingung kenapa.. Jujur, ini hari pertamaki memulai kuliah semester 2. Ketika di kelas, entah kenapa aku secara sengaja mengurungkan niatku untuk memandang satu teman sekelasku. walau hanya menyapa, melirik sedikit pun tidak. kenapa?? aku ga tau.. mungkin aku bingung mau gimana,. Jadi, kami dikelas tak saling pandang.. pada mata kuloah pertama kami duduk memang saling berjauhan,,, namun, di pertemuan kedua, kami duduk depan belakang hanya sela 1 baris.. aku didepan, dia belakang.. ketika aku dipanggil untuk menoleh kebelakangpun, aku usahakan pandanganku sengaja kufokuskan pada orang lain.. Namun, ketika pelajaran hari itu usai,, aku sengaja keluar kelas terakhir. sengaja ku berlama lama di dalam kelas.. dan ternyata kulihat dia duduk dibangku lobby bersama beberapa sahabatnya,, hemm,, aku harus gimana?? ya ...